Kurangnya informasi, pemahaman, dan langkah pencegahan infeksi hepatitis merupakan salah satu alasan masih tingginya angka kasus penyakit hepatitis di Indonesia. Hepatitis termasuk penyakit mematikan yang menjadi epidemi di Indonesia. 

Hepatitis merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh: infeksi virus, obat-obatan/zat kimia, toksin, gangguan metabolik, maupun kelainan sistem antibodi. Namun, infeksi hepatitis yang disebabkan oleh virus merupakan penyebab paling banyak dari penyakit hepatitis.

Hepatitis menjadi masalah penting di Indonesia terkait jumlah penduduk keempat terbesar keempat di dunia. Jumlah penduduk yang besar membawa konsekuensi yang besar pula, mengingat beragamnya tingkatan sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya. Penduduk dengan golongan sosial, ekonomi, dan pendidikan menengah ke bawah dihadapkan pada berbagai masalah kesehatan terutama terkait dengan gizi, penyakit menular, serta sanitasi yang kurang, sementara penduduk dengan golongan sosial ekonomi dan pendidikan menengah ke atas juga mempunyai masalah kesehatan terkait dengan gaya hidup dan pola makan. Hal-hal seperti pola makan dan kebersihan turut mempengaruhi masalah hepatitis di Indonesia. رياضة يورو 2022

Hingga saat ini, terdapat beberapa jenis penyakit hepatitis yaitu: 

  1. Hepatitis A
  2. Hepatitis B
  3. Hepatitis C
  4. Hepatitis D
  5. Hepatitis E 

Diantara kelima jenis penyakit hepatitis tersebut, jenis hepatitis A, B, dan C adalah hepatitis paling umum ditemukan. 

Adapun cara mencegah penularan penyakit hepatitis A, B, dan C adalah sebagai berikut:

  1. Hepatitis A
    Pada prinsipnya, hepatitis A menular melalui makanan/minuman yang tercemar oleh feses penderita hepatitis A. Penyebaran penyakit ini sangat erat hubungannya dengan perilaku kebersihan seseorang. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan air bersih mengalir dan sabun saat menyiapkan makan, maupun sebelum makan dan setelah keluar dari kamar mandi dapat mengurangi resiko terpapar penyakit hepatitis A. 
  2. Hepatitis B
    Penularan hepatitis B dapat dicegah dengan cara Imunisasi Hepatitis B baik pada bayi, remaja, maupun orang dewasa, selain itu, biasakan memenghindari penggunaan jarum suntik/pisau cukur/pemotong kuku/akupuntur secara bergantian. 
  3. Hepatitis C

    Hampir sama dengan hepatitis B, penyakit hepatitis C juga menular melalui darah dan cairan tubuh serta bersifat akut maupun kronis. Bedanya adalah, sampai saat ini belum ada vaksin imunisasi untuk mencegah Hepatitis C, sehingga pencegahan yang utama yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari faktor risiko penularan (menghindari penggunaan jarum suntik/pisau cukur/pemotong kuku/akupuntur secara bergantian serta melakukan hubungan seksual dengan aman).

Demikian sekilas pengetahuan seputar penyakit hepatitis. اليورو ٢٠٢١ Setelah membaca penjelasan di atas diharapkan kita semua dapat lebih peduli akan kebersihan serta berupaya melindungi diri dari segala risiko penularan penyakit.

Daftar Pustaka

https://rsud.kulonprogokab.go.id/detil/272/hari-hepatitis-sedunia-pada-tanggal-28-juli

Sari, W., L. Indrawati, dan O. G. Djing. 2008. Care Yourself, Hepatitis. Penebar Plus, Jakarta. 

Siswanto, 2020. Epidemiologi Penyakit Hepatitis. Mulawarman University Press, Kalimantan Timur.

Published On: July 28th, 2021 / Categories: Kegiatan, Kesehatan /

Subscribe Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru dari GenBI DIY.

Informasi terbaru dari Generasi Baru Indonesia.

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.

Add notice about your Privacy Policy here.